Selasa, 23 September 2014
Gontor dan Pendidikan Hidup, Meraih Gelar Cumlaude di Universitas Banha Mesir PDF Cetak E-mail
Laporan wartawan ATDIKCAIRO.org   
Sabtu, 23 April 2011, 03:46 CLT


 Berita Lainnya :


atdikcairo.org - Berangkat dari filsafat wakaf Islami, yang dikembangkan dengan menggunakan pola yang unik dan kreatif, sebagai upaya untuk memperdalam nilai-nilai wakaf menurut ajaran Islam, dalam rangka meraih manfaat yang lebih besar, Pondok Modern Darussalam berhasil menciptakan bentuk baru, seperti mewakafkan jiwa dan raga untuk mengajar sepanjang hidupnya, dan bentuk lain yang telah banyak memberikan kontribusi meringankan beban Negara dalam membiayai pendidikan rakyatnya.

Hal itu dipaparkan oleh Direktur Eksekutif Liga Universitas Islam, Ahmed Mohamed Sulaiman, MA., dalam tesis yang dipertahankannya untuk meraih gelar Master bidang Ilmu Pendidikan di Universitas Banha, Mesir tanggal 23 April 2011. Tesis yang berjudul “Studi Evaluatif atas pengalaman Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor Indonesia, Dalam Menerapkan Konsep Pendidikan Hidup”, tersebut diujia oleh empat orang Guru Besar Ilmu Pendidikan dari Universitas Ain Shams dan Universitas Banha.

Dalam tesisnya, penulis juga mengemukakan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor Indonesia, adalah pioneer di Asia Tenggara dalam menerapkan pola pendidikan yang digarapnya. Sebuah upaya modernisasi pendidikan Islam yang bertolak dari dasar-dasar pendidikan Islam dan filsafat pendidikan modern, sebagai konsep pendidikan untuk hidup.

 Penulis yang telah beberapa kali berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor ini menegaskan bahwa Gontor memiliki motto dan jiwa yang ditanamkan kepada para santrinya. Motto yang dikenal tersebut adalah Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, dan Berfikiran Bebas, adapun Jiwa Pondok Modern Gontor adalah Keikhlasan, Kesederhanaan, Mandiri, Ukhuwah Islamiyah dan Jiwa Bebas.

Atas dasar nilai-nilai tersebut, pengalaman Pondok Modern Gontor sejak 1926 didasarkan pada beberapa prinsip, yang terpenting antara lain:

  • Pengajaran dan kajian ilmiah yang terbuka, keterkaitan yang kuat dengan lingkungan masyarakat, serta memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat;
  • Terbuka kepada dunia luar, seperti perguruan tinggi, pusat-pusat kajian ilmiah, yayasan pendidikan di seluruh dunia, dengan melakukan pertukaran ilmu pengetahuan dan pemikiran;
  • Sederhana dan dan menjauhkan segala bentuk pemborosan atas hal-hal yang tidak perlu;
  • Membina santri berjiwa patriotik dan cinta tanah air;
  • Memberikan beasiswa kepada putra-putri Indonesia dan juga Negara tetangga, serta mengupayakan beasiswa bagi alumninya untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi ternama di dunia;
  • Membiasakan para santri untuk berlomba meraih keunggulan, dengan memberikan penghargaan kepada yang berprestasi dalam rangka meningkatkan rasa cinta belajar dan cinta ilmu, serta memerhatikan kegiatan ekstra kurikuler yang merupakan bagian penting di dalam merangsang akal, jasmani dan pola berfikir  posisif bagi pemuda;
  • Memperluas perhatian pada bidang-bidang kerohanian, budaya, ekonomi, social, hiburan, antara lain dilakukan dalam bentuk perkemahan pramuka;
  • Memberikan tugas-tugas praktis dalam mengelola organisasi, koperasi, kepemimpinan, dan administrasi, sebagai sarana mendidik hidup di masyarakat;
  • Mengembangkan metode dan teknik evaluasi, yang mampu menciptakan jiwa interpreneur, kreatif, enovatif serta kritis di dalam menghadapi masa akan datang;
  • Memperhatikan pengajaran dan praktek bahasa-bahasa untuk mempersiapkan santri-santri yang mampu berkomunikasi dengan dunia internasional, sebagai salah satu sarana bertukar budaya dan membangun peradaban yang lebih maju;
  • Memberikan perhatikan yang tinggi pada kondisi social, ekonomi, kesehatan anggota dewan guru, dengan cara memenuhi keperluan mereka agar mampu berkonsentrasi pada kegiatan pendidikan santri;

Pada akhir pembahasan, di dalam tesis setebal 900 halaman tersebut, penulis mengemukakan pentingnya pengalaman Pondok Modern Gontor untuk diterapkan di Mesir, karena metode yang digunakan sangat memungkinkan dapat memecahkan banyak masalah yang dihadapi oleh Mesir khususnya pada saat-saat yang sangat penting pada periode ini, setelah terjadinya revolusi 25 Januari 2011. Terlebih, metode tersebut berdasar pada konsep Islam di dalam membangun Sumber Daya Manusia, dan mengoptimalkan Wakaf Islam dalam membiayai pendidikan.

Sidang Tesis selain dihadiri oleh para Guru Besar Ilmu Pendidikan, para dosen dan Mahasiswa, juga dihadiri oleh Atase Pendidikan KBRI Cairo, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum bersama staf dan beberapa mahasiswa alumni Pondok Modern Gontor yang sedang belajar di Mesir.

 

Atase Pendidikan KBRI Cairo

13, Aisya el-Taymouria St. Garden City
P.O Box 1661
Cairo - Egypt

Telp :  +20-2-7947200/7947209
Fax  :  +20-2-27962495

Webmaster/pengelola situs:

Email utama : sayyidzuhdi@gmail.com

Email alternatif: sayyidzuhdi@atdikcairo.org

Telp. +20 109 340 340 2